Kondisinya Memprihatinkan, Yuliana Butuh Perhatian Dari Pemerintah

TULANGBAWANG BARAT – Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itu sebuah perumpamaan yang dirasakan oleh Yuliana, warga Tiyuh (Desa) Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulangbawang Udik, kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Sebab, Yuliana yang sejak tiga tahun terakhir harus berjuang melawan rasa sakit stroke, dia juga mesti rela dengan keadaan suami yang sudah lama meninggal dan anak perempuannya ditinggal suaminya.

Meski begitu, Yuliana mengaku pasrah dengan keadaan, untuk makan minum Yuliana mengaku hanya belas kasih dari tetangga.

“Dengan keadaan yang tidak bisa berbuat apa-apa, jadi untuk makan minum menunggu pemberian dari tetangga,” ujarnya.

Yuliana mengaku sejak dia mengalami lumpuh belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten, kecuali yaitu (Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Tiyuh Gunung Katun Tanjungan.

“(Dari pemerintah) belum ada pak kecuali dari tiyuh dan kepalo,” kata dia.

Meski begitu, ia sangat berharap ada pihak dermawan bisa membantu dan meringankan beban untuk kesembuhan Yuliana, sehingga bisa normal layaknya orang lain.

“Saya mau berobat dan ingin sembuh seperti semula,” ucapnya.

Yuliana dengan berurai air minta kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Tubaba mengungkapkan keadaannya kepada Pemda. Apalagi dengan kondisi kini, tidak bisa kerja dan menafkahi anaknya tersebut.

Dia juga berharap agar Pemda dapat memfasilitasi pengobatan dan mendapat BPJS gratis.

Disisi lain Ketua DPD (JPKP) Edison BR berserta pengurus saat berkunjung ke kediaman Yuliana penderita stroke mengatakan, bersedia membantu menyampaikan keadaan Yuliana.

“Kita dari JPKP Tubaba bersama pengurus berkunjung ke kediaman Yuliana dan siap membantu mempfasilitasi Yuliana agar Pemda terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial dapat membantu dan secepatnya menangani penderita stroke ini,” ungkapnya.

“Apalagi, kita udah menengok keadaan Yuliana yang sangat memperihatinkan, tempat tinggal saja menumpang di bekas sekolah dan saya berharap agar Pemkab Tubaba dapat segera menangani penderita lumpuh ini,” pungkasnya. (Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *