
TULANGBAWANG BARAT-Menjelang berakhirnya jabatan Umar Ahmad sebagai Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) pada 22 Mei 2022 mendatang, sejumlah pejabat di kabupaten setempat mulai saling membuka ‘borok’.
Salah satunya, di Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tubaba. Apriansyah, selaku Kepala DPKP menuding Kabid Pemadam dan Penyelamatan (PP), Nur Budiman sebagai ‘informan’ anggaran kegiatan tahun 2021.
Kemarahan Apriansyah diungkapkan, setelah sejumlah wartawan melakukan konfirmasi terkait anggaran pemeliharaan kendaraan dinas (Randis) sebesar Rp383 juta yang dialokasikan dalam APBD tahun 2021.
“Kabid yang cerita-cerita itu, cuma Kabid Nur Budiman. Pertama, dia (Nur Budiman, red) nggak pernah masuk, dan kedua berbulan-bulan nggak masuk tiba-tiba minta uang bensin. Bahkan, Nur Budiman tahu tukang servis kendaraannya, dan sering telpon mintain duit,” kata Kepala DPKP Kabupaten Tubaba, Apriansyah didampingi bendahara, Candra Utama saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (06/04/2022).
Dikatakannya, anggaran DPKP Tubaba tahun 2021 sangat minim, dan tergolong paling rendah dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tubaba.
“Dinas ini tidak ada anggaran yang besar, anggarannya hanya untuk honor dan kegiatan yang dilakukan sifatnya rutin. Insyaallah, dapat kami pertanggungjawaban, dan saya takut kalau mau main-main dengan anggaran. Saya, nggak berani yang begitu-begitu,” Apriansyah.
Dikatakannya, terkait anggaran pemeliharaan Randis tahun 2021 sebesar Rp383 juta, telah dilakukan dengan baik. Diantaranya, untuk servis kendaraan, mengurus dokumen kendaraan hibah dari Jepang di Polda Lampung.
“Saat ini, kendaraan hibah sedang berproses, pembayaran pajak dan biaya tim appraisal. Kalau servis kendaraan Rp200 juta, perusahaan yang mengerjakannya dari Bogor, silakan cek perusahaannya. Bayar pajak, dan biaya balik silakan cek biro jasanya di Bandar Lampung,” jelas Apriansyah.
Ditempat yang sama, Candra Utama selaku bendahara menjelaskan, anggaran DPKP Tubaba, untuk gaji tenaga pemadam kebakaran yang mencapai 70 orang, dan sisanya untuk kegiatan rutin dan perbaikan Randis.
Dijelaskannya, Randis yang dimiliki DPKP sebanyak 4 unit, dan proses perawatannya dilakukan secara berkala. Kemudian, untuk gaji tenaga pemadam sebesar Rp792 juta, dari anggaran program pencegahan, penanggulangan, penyelamatan non kebakaran sebesar Rp903 juta lebih.
Selain itu, kata Candra, pengadaan pakaian beserta atribut lengkap sebesar Rp84 juta, dan honor komandan Rp22 juta lebih.
“Anggaran penyediaan bahan logistik, selama 1 tahun sebesar Rp242 juta untuk uang makan PNS, dan Non-PNS. Sedangkan, Rp162 juta untuk pelayanan umum kantor. Seperti, sewa Randis Kepala DPKP dan BBM selama 1 tahun,
gaji tiga cleaning service, dan operator komputer,” tukasnya.
Candra juga mengatakan, terkait anggaran jasa pemeliharaan barang milik daerah sebesar Rp383 juta, digunakan untuk service 4 mobil operasional, dan balik nama penerbitan BPKB baru di Polda Lampung, serta pembayar pajaknya.
“Selain servis, bayar pajak ada biaya
appraisal 2 unit mobil hibah dari Jepang,” tukas Candra.
Ditempat terpisah, Kabid PP DPKP Kabupaten Tubaba, Nur Budiman mengatakan, terkait anggaran Rp383 juta tersebut, dialokasikan untuk pemeliharaan 2 unit mobil pemadam.
“Anggaran itu, dialihkan untuk servis total 2 mobil pemadam yakni, Isuzu dan Hino. Biaya pemeliharaan sebesar Rp383 juta, bukan untuk servis total. Tapi servis ganti oli, kerusakan dan lain-lain. Itu, merupakan teknis kegiatan yang sifatnya dinamis dan tergantung situasi dan kondisi,” kata Nur Budiman saat dihubungi melalui telepon selulernya. (Jim)












