DPC Granat Lamteng Gelar Sosialisasi P4GN di SMP Negeri IV Terbanggi Besar

LAMPUNG TENGAH–Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Anti Narkotika dan obat terlarang (Granat) Lampung Tengah (Lamteng) mengadakan Sosialisasi P4GN (Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Psikotropika dan Perkursor lainnya(P4GN)  di Aula SMPN 4 Kecamatan Terbanggi Besar, Selasa (29/08/2023).

Sosialisasi P4GN  yang digelar DPC Granat Lamteng dihadiri oleh  Kepala Sekolah SMPN IV Dewi Indrawati, Dewan Guru, serta Seluruh Murid.

Dari pihak GRANAT Eko Yuwono dan Mariah.

Kepala Sekolah  SMPN IV Terbanggibesar Dewi Indrawati menyatakan  Rasa  Syukut dab terimakasihnya yang sedalam-dalamnya kepada Granat Lamteng yang telah bersedia menggelar  Sosialisasi terkait penyalahgunaaan dan peredaran gelap Narkoba  yang meresahkan masyarakat saat ini.

Dewi Indrawati berharap agar seluruh anak didiknya terhindari dari pergualan bebas dan peredaran gelap Narkoba.

“Hrapan saya Siswa dan Siswi dapat menjauhi hal-hal yang dapat menyebabkan Siswa terjerumus dalam pergaulan bebas dan lingkaran Setan Narkoba, ” harapnya.

Ketua Devisi Pembinaan DPC Granat  Eko Yuono mewakili Ketua DPC Granat Lampung Tengah H. Musa Ahmad menyampaikan pesan-pesan agar para pelajar fokus dalam belajar menjauhi dan mengjindari pergualan yang buruk.

Eko Yuono menjelaskan pesan-pesan Ketua Granat Lamteng yang juga Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad, agar Adik-adik pelajar Fokus dalam Pelajaran dan menjauhi serta menghindari pergaulan yang tidak baik. ujar Eko Yuono.

“Pesan Bapak Ketua Granat agar adik-adik pelajar fokus dengan pelajaran dan menghindari pergualan yang tidak baik, ” ujarnya.

Dalam Penyampaian Materi l yang difasilitatori langaung oleh Eko Yuono, sebagai Divisi Pembinaan Granat Lamteng tentang dampak buruk dari Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.

Menurutnya Eko yang juga Ketua Majelis Hukum dan Ham  Muhammadiyah Lampung tengah

hampir disetiap kampung di Lampung Tengah sudah ada yang menjadi korban penyalahgunaan Barang Haram dan memabukan itu.

Eko mengaku  dibutuhkan kerjasama  antara Pihak keluarga, sekolah dan siswa untuk menciptakan Zona Bebas Narkoba dilingkungan pelajar ini.

Selain Eko Yuono,  Maria  juga menjelaskan tentang Bahayanya Narkotika  dan mengenalkan jenis2 narkotika  serta  dampak pemakaian serta ancaman hukuman bagi pemakai dan pengedar.

“Usia Produktif bahkan pelajar disinyalir sudah mulai terkontaminasi dengan penyalahgunaan Narkoba, ” ujarnya. (Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *