Mardiana Musa Ahmad Setia Rapa Harus Ada Kemajuan dan Progres Yang Jelas

LAMPUNG TENGAH–Ketua Forum Kelompok Wanita Tani Berjaya Kabupaten Lampung Tengah, Mardiana Musa Ahmad menghadiri Rakor FKWT Kecamatan Bandar Mataram di Kampung Sumber Rejeki Selasa (25/06/2024).

Mardiana Musa Ahmad hadir dengan didampingi Ketua harian FKWT Lampung Tengah Jumilatun dan pengurus Kabupaten, Pembina FKWT kecamatan. Selain itu hadir juga, Kepala Kampung Sumber Rezeki Burhanudin, PPlL dan pembina FKWT Kampung Se-Kecamatan Bandar Mataram.

Ketua FKWT berjaya Mardiana Musa, berharap setiap menggelar rapat harus menunjukkan kemajuan.

“Oleh karena itu, saya ingin menanyakan kepada Mas Yoga, selaku PPL di Sumber Rejeki, terkait progres di Kampung Super Rejeki, terutama SDM-nya. Apakah mereka memiliki semangat untuk maju? Semangat ini dapat dilihat dari kegiatan mereka sehari-hari, ” ungkapnya.

Menurut Mardiana, kegiatan FKWT, dapat berkolaborasi dengan berbagai kegiatan lain, seperti pengajian, senam, dan lain sebagainya.

“Semua kegiatan ini akan menjadi lebih menarik jika dilakukan bersama. Contohnya, senam yang seharusnya diadakan hari ini, namun dibatalkan karena hujan, ” ujarnya.

Setiap kegiatan sambung Mardiana, memiliki tujuan dan akhir yang jelas.

“Dari 5 kampung yang hadir hari ini, saya mendengar dari ibu pembina kampung bahwa kegiatan KWT di daerah masing-masing masih standar, ” jelasnya.

Padahal, kata Mardiana, dengan potensi yang dimiliki Bandar Mataram, seperti wilayah yang subur, seharusnya ada progres yang lebih signifikan.

” Contohnya, praktik membuat gula dari singkong yang sudah dilakukan, namun tidak dilanjutkan, ” tegasnya.

Mardiana menegaskan, alasan di balik terhentinya praktik tersebut perlu diketahui. Setiap pertemuan harus menunjukkan kemajuan.

“Dan kita perlu memiliki target yang jelas. Tujuan kelompok KWT adalah untuk menggerakkan semua keluarga di Lampung Tengah, khususnya di Kampung Sumber Rejeki,” terangnya.

“Saya harap setiap kampung di Bandar Mataram ini dapat bergerak bersama. Setiap keluarga memiliki kebun di rumah, dan sasaran kita adalah membantu keluarga memanfaatkan pekarangannya dengan baik. Setiap kampung memiliki PPL yang siap dipanggil dan diajak berdiskusi, ” pungkas Mardiana.

Dia menjabarkan dalam KWT, terdapat 3K yang penting: komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi. Hal ini harus diterapkan dalam setiap kegiatan.

“Saya berharap setiap dan situasi di wilayah masing-masing, ” pungkasnya. (Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *