Ambulance Gratis Dan Bank Darah Jadi Program RSIA Ummi Athayya

TULANGBAWANG BARAT-Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) telah memiliki Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA).

RSIA tersebut adalah RSIA Ummi Athayya yang sebelumnya beranjak dari sebuah klinik bersalin yang didirikan pada tahun 2021. Dan berubah statusnya menjadi rumah sakit pada awal tahun 2024.

RSIA Ummi Athayya terletak di Tiyuh Candra Mukti, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT). Letaknya relatif strategis. Yakni di tengah-tengah penghubung tiga kecamatan induk di Kabupaten Tubaba.

Yakni Kecamatan Tumijajar dan Kecamatan Tulangbawang Udik (TBU).

RSIA Ummi Athayya adalah rumah sakit khusus ibu dan anak tipe C.

Seperti pasien dengan kebutuhan program hamil, keluarga berencana (KB) dan anak yang ingin disunat. Serta operasi Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) yang minim rasa nyeri.

Meskipun begitu, RSIA tetap bisa melayani pasien umum. Dengan tetap memprioritaskan pasien ibu dan anak.

“Jadi kalau ada sepuluh pasien, enam diantaranya mesti pasien perempuan dan anak,” ujar Direktur RSIA Ummi Athayya, dr. Tanti Arianti saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (16/11/2024).

Rumah sakit dengan luas bangunan 2.400 meter persegi ini memiliki tiga lantai bangunan. Dengan dilengkapi 49 bed pasien.

Terdapat beberapa kelas ruangan pasien, yang masing-masing dilengkapi dengan fasilitas AC.

Diantaranya, ruangan kelas tiga, yang diisi empat bed.

Ruangan kelas dua, yang diisi tiga bed pasien.

Dan, yang agak berbeda dari rumah sakit lainnya, ruangan kelas satu di RSIA Ummi Athayya hanya diisi oleh satu bed pasien.

Rumah sakit ini juga memiliki ruangan VIP dam VVIP.

Ruangan tersebut memiliki dengan bed khusus untuk penunggu pasien, ruang tamu yang dilengkapi dengan tv serta hidangan makan gratis.

RSIA Ummi Athayya memiliki beberapa tenaga profesional diantaranya dokter spesialis anak, kandungan, anestesi penyakit dalam serta dokter spesialis radiologi.

“Sebagai RSIA, Ummi Atthaya satu-satunya rumah sakit khusus ibu dan anak yang memiliki dokter spesialis radiologi dari berbagai kabupaten diantaranya,” kata dr. Tanti.

Ia berencana menambah beberapa dokter spesialis dalam waktu dekat, yakni dokter spesialis mata, bedah dan patologi klinis.

Tanti menegaskan, proses rekrutmen tenaga kesehatan dan tenaga kerja lainnya di RSIA Ummi Athayya dilakukan seleksi secara ketat. Yakni hati-hati dan teliti.

Sebab, pihaknya ingin menjaga mutu, kualitas dan profesionalisme para karyawan untuk memberikan pelayanan yang optimal.

Dalam bekerja, para tenaga profesional di RSIA Ummi Athayya didukung oleh fasilitas dan alat kerja yang memadai. Sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang prima serta paripurna.

Seperti alat USG 4 dimensi, alat anestesi yang lengkap, ventilator ICU yang mampu membantu pernafasan bayi yang lahir dengan bobot kurang dari setengah kilo gram. Sampai yang hanya memiliki bobot 300 gram.

Selain untuk bayi, ventilator ICU juga tersedia untuk orang dewasa yang membutuhkan.

Terdapat juga oksigen center alat bantu pernafasan yang mudah diaplikasikan tanpa harus mendorong-dorong oksigen.

Serta Call Noor sebagai alat komunikasi di RSIA antara pasien dan perawat.

AMBULANCE GRATIS

RSIA memiliki satu buah ambulance yang mampu mengantarkan serta menjemput pasien secara gratis. Dengan radius jarak 10 KM dari RSIA Ummi Athayya.

Ambulance juga difungsikan untuk masyarakat yang ingin melakukan home care atau perawatan di rumah.

BANK DARAH

Selain ambulance gratis, RSIA Ummi Athayya juga memiliki program bank darah. Seperti layaknya Palang Merah Indonesia (PMI).

Darah tersebut tersedia dari berbagai macam golongan. Tergantung kebutuhan pasien. Serta layanan bank darah tersedia selama 24 jam.

RSIA Ummi Athayya juga kini telah memiliki layanan vaksin center. Masyarakat bisa mengakses layanan berbagai layanan vaksin yang dibutuhkan, mulai dari vaksin flu, kanker serviks dan vaksin lainnya.

Tanti menjelaskan, pihaknya berkomitmen dalam menjaga mutu pelayanan di RSIA Ummi Athayya.

Ia memastikan seluruh karyawan dan tenaga profesional berlaku sopan dan santun serta ramah.

Karena, selain bekerja, para tenaga kerja juga ditekankan nilai kepada masyarakat.

Pelayanan yang diberikan juga bukan hanya untuk pasien didalam rumah sakit.

Namun juga untuk masyarakat yang diluar rumah sakit.

Seperti dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan, sosialisasi dan seminar kesehatan kepada warga secara gratis.

” Tujuan kami bukan hanya bermanfaat untuk masyarakat Tubaba, tapi bermanfaat juga untuk masyarakat luar daerah,” pungkasnya. (Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *