MESUJI  

Pantau Titik Rawan kejahatan  C3 Polres Mesuji  Pasang Kode QR.

MESUJI – Saat ini, Polres Mesuji telah menempatkan titik pemasangan kode QR di lokasi-lokasi yang dinilai rawan tindak pidana Curat, Curas, Curanmor (C3) di kawasan pemukiman padat, hingga pusat keramaian dan objek vital.

Sebagai tahap awal, telah ditetapkan empat titik utama yang menjadi fokus pemantauan, meliputi:
1. Pos Shelter Perbatasan Mesuji – Sumatera Selatan
2. Exit Tol Simpang Pematang
3. Objek Vital PT. Sinar Pematang Mulya
4. Objek Vital PT. Prima Alumga
5. Alun Alun
6. Pasar Simpang Pematang
7. Taman Kehati
8. Objek Objek Vital lainnya.

Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhamad Firdaus S.Ik, M.H melalui Kasat Samapta IPTU Chaidir Jamin S.H, M.H menyampaikan bahwa keberadaan titik-titik ini akan terus dikembangkan dan ditambah cakupannya seiring kebutuhan di lapangan.

“Kami ingin membangun standar baru pelayanan keamanan. Kehadiran polisi harus terasa nyata, terukur, dan memberi ketenangan jiwa bagi seluruh masyarakat Mesuji. Patroli Janji Jaga adalah bukti keseriusan kami menjaga janji pengabdian kepada rakyat,” ujarnya.

Warga yang berada di lokasi patroli menyambut positif kehadiran program ini. Menurut mereka, suara imbauan dan keberadaan mobil patroli yang terlihat teratur memberikan dampak psikologis yang kuat, membuat lingkungan terasa lebih aman dari gangguan kejahatan maupun kerawanan lalu lintas.

Melalui pola ini, Polres Mesuji menegaskan komitmennya mewujudkan wilayah hukum yang aman, damai, dan kondusif, sekaligus mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keutuhan keamanan bersama

Seperti yang dilakukan Jajaran Satuan Samapta Polres.Mesuji  Patroli Janji Jaga diterjunkan ke titik strategis yakni Jalan Lintas Timur KM 200, kawasan perbatasan Kabupaten Mesuji – Kabupaten OKI Sumatera Selatan, serta berkeliling hingga kawasan Alun-Alun Mulya Agung, pada Rabu (04/06/26) Malam

Program unggulan “Patroli Janji Jaga” ini merupakan langkah terobosan Polda Lampung untuk memastikan kehadiran kepolisian di lapangan bukan sekadar formalitas, melainkan sesuatu yang terukur, terpantau secara real-time, dan transparan. Berbasis teknologi, sistem ini menjamin bahwa setiap titik rawan selalu terjamah petugas sesuai jadwal yang ditetapkan.

Petugas patroli wajib memindai kode QR yang telah dipasang permanen di titik-titik lokasi strategis sebagai bukti sah kehadiran dan pelaksanaan tugas.

Dukungan teknologi GPS geofencing serta sistem pemantauan terpusat pada dashboard kontrol memungkinkan pimpinan memantau pergerakan dan posisi petugas secara langsung, sehingga celah kelalaian atau penyimpangan tugas dapat diminimalkan hingga ke titik nol.(Mis)