TUBABA  

Respons Cepat Keluhan Warga, DLH Tubaba Senin Cek Langsung PT Central Intan

TULANGBAWANG BARAT– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan limbah PT Central Intan yang diduga berdampak terhadap areal persawahan warga di Tiyuh Jaya Murni, Kecamatan Gunung Agung.

Sebagai bentuk tindak lanjut atas informasi yang berkembang di tengah masyarakat, DLH Tubaba memastikan akan turun langsung ke lokasi pada Senin mendatang.

“Senin DLH ke lokasi,” ujar Kabid Penataan Lingkungan DLH Tubaba, Andy, kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan DLH Tubaba dalam merespons setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan persoalan lingkungan. Pengecekan lapangan diperlukan agar informasi yang berkembang tidak hanya menjadi dugaan, tetapi dapat ditelusuri berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

Dalam pengecekan tersebut, DLH akan melihat langsung kondisi lingkungan di sekitar PT Central Intan, termasuk areal persawahan masyarakat yang dilaporkan mengalami perubahan warna menjadi kehitaman.

Sebelumnya, sejumlah warga menduga perubahan kondisi lahan tersebut berkaitan dengan limbah aktivitas pabrik pengolahan singkong. Warga juga mengeluhkan tanaman padi yang mengalami gangguan hingga disebut terserang penyakit potong leher.

Selain itu, tanaman genjer yang sebelumnya dapat tumbuh di sekitar lahan warga juga disebut kini tidak lagi hidup.

Keluhan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut lingkungan sekaligus lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

DLH Tubaba pun dinilai memiliki peran penting untuk memastikan persoalan tersebut dapat diketahui secara objektif. Pemeriksaan langsung ke lokasi diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi lingkungan di sekitar perusahaan serta memastikan apakah terdapat pelanggaran atau persoalan dalam pengelolaan limbah.

Jika dari hasil pengecekan ditemukan adanya indikasi persoalan lingkungan, langkah selanjutnya tentu menjadi kewenangan DLH sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, Kepalo Tiyuh Jaya Murni, Sukatun, juga menyatakan pihaknya telah menerima keluhan masyarakat. Pihak tiyuh akan menginventarisir seluruh keluhan sebelum melakukan komunikasi dengan perusahaan.

Namun, apabila komunikasi dengan perusahaan tidak menghasilkan penyelesaian, masyarakat meminta persoalan tersebut ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Tubaba.

“Intinya masyarakat minta supaya limbah tidak dibuang ke lahan warga,” kata Sukatun.

Dengan adanya kepastian DLH turun ke lokasi pada Senin mendatang, masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah untuk mengetahui penyebab persoalan tersebut.

Pengecekan DLH diharapkan menjadi pintu masuk untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus memastikan aktivitas industri tetap berjalan dengan memperhatikan kewajiban perlindungan lingkungan.

Sampai berita ini ditayangkan, wartawan masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak PT Central Intan terkait dugaan limbah tersebut. (Jim)