TULANG BAWANG BARAT – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Sofiyan Nur, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati) Serentak 2026. Secara umum, tingkat partisipasi pemilih di sejumlah tiyuh yang melaksanakan pemilihan tercatat di atas 80 persen.
Menurut Sofiyan, capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilih sekaligus menjadi gambaran keterlibatan warga dalam menentukan kepemimpinan di tiyuh masing-masing.
Tak hanya soal partisipasi, ia juga mengapresiasi pelaksanaan Pilkati yang secara umum berlangsung kondusif. Situasi tersebut dinilai menjadi hasil dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari penyelenggara, aparat keamanan, para calon kepalo tiyuh, hingga masyarakat yang turut menjaga suasana tetap aman dan tertib.
“Saya mengapresiasi seluruh masyarakat Tubaba. Secara umum, partisipasi masyarakat dalam Pilkati ini di atas 80 persen. Alhamdulillah, prosesnya juga berlangsung kondusif,” ujar Sofiyan saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2026).
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh calon kepalo tiyuh yang dinilainya telah menunjukkan sikap dewasa dalam berdemokrasi. Menurut dia, kebesaran hati para calon, baik yang memperoleh suara terbanyak maupun yang belum berhasil terpilih, menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan masyarakat pascapemilihan.
Sofiyan menegaskan, kompetisi dalam Pilkati merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara bijak. Perbedaan pilihan hendaknya tidak menjadi alasan untuk memecah hubungan sosial, terlebih para calon dan pendukungnya merupakan bagian dari masyarakat yang sama.
“Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh calon kepalo tiyuh, baik yang menang maupun yang belum terpilih, karena telah menunjukkan kebesaran hati. Sampai saat ini, belum ada pihak yang menyampaikan protes terkait hasil Pilkati,” katanya.
Calon Terpilih Bersiap Menuju Penetapan dan Pelantikan
Setelah tahapan pemungutan dan penghitungan suara selesai, tahapan berikutnya adalah proses penetapan calon kepalo tiyuh terpilih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sofiyan menjelaskan, proses penetapan dijadwalkan berlangsung dalam waktu tujuh hari setelah pemilihan. Para calon terpilih diharapkan mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan administrasi berikutnya sebelum resmi dilantik.
Adapun jadwal pelantikan direncanakan berlangsung pada 12–13 November 2026, dengan jadwal terakhir pada 14 Januari 2027, sesuai tahapan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Ia berharap seluruh rangkaian tahapan pascapemilihan dapat berjalan lancar sehingga kepemimpinan baru di masing-masing tiyuh dapat segera dipersiapkan.
Menurutnya, keberhasilan Pilkati tidak hanya diukur dari terlaksananya pemungutan suara, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga stabilitas dan menerima hasil demokrasi dengan lapang dada.
Dengan partisipasi masyarakat yang tinggi dan situasi yang tetap kondusif, DPMT Tubaba berharap momentum Pilkati Serentak 2026 dapat menjadi awal bagi penguatan tata kelola pemerintahan tiyuh serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Sofiyan pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu setelah kontestasi berakhir, memberikan dukungan kepada kepalo tiyuh terpilih, serta bersama-sama mendorong pembangunan di wilayah masing-masing. (Jim)












