DPRD Minta Chandra Rapid Test Karyawan Selama Bulan Ramadhan

BANDAR LAMPUNG-Komisi IV DPRD Bandar Lampung menyoroti manajemen Chandra Supermarket di Bandar Lampung yang diduga mengenyampingkan Protokol Kesehatan (Prokes) untuk para pengunjung.

Pasalnya, hasil pantauan DPRD Bandar Lampung, selama ini petugas gugus tugas covid-19 tidak ada di pintu masuk Chandra Supermarket Tanjung Karang yang beralamat di jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Tanjung Karang Timur (TKT) Bandar Lampung.

“Kami sudah lama memantau disana (Chandra Tanjung Karang) , namun tidak ada tuh petugas gugus tugas di depan pintu masuk. Kami lihat hanya petugas satpam saja yang melakukan pengecekan suhu kepada pembeli. Seharusnya ada petugas dari kepolisian,TNI bahkan Satpol PP, sehingga sama dengan pusat perbelanjaan yang lain,” kata Abdul Salim, dalam hearing rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Bandar Lampung bersama manajemen Chandra, Senin (12/4/2021).

Menurut anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Abdul Salim, ia menilai selama ini Prokes di Chandra tepatnya di Chandra Supermarket Tanjung Karang masih sangat kurang. Pasalnya, di pintu masuk hanya dijaga oleh Satpam saja, petugas covid tidak ada.

Karenanya, pihaknya sangat disayangkan longgarnya Prokes tersebut, sebab Chandra Supermarket menjadi salah satu rujukan masyarakat untuk berbelanja, terlebih menghadapi puasa dan idul Fitri. “Saya minta tim gugus tugas ada di lokasi, karena jangan sampai pengunjung yang datang terkena Covid-19,” ujar Abdul Salim.

Senada, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Sri Ningsih Djamsari mengatakan, dari pengaduan yang masuk ke DPRD, selama ini ribuan pegawai di Chandra tidak pernah dilakukan rapid test oleh manajemen.

‘Mereka kalau ada tanda-tanda mau sakit, ya terpaksa melakukan rapid Test mandiri. Kami heran kenapa pusat perbelanjaan sebesar Chandra tidak melakukan rapid Test masal,” ungkapnya.

Srikandi PDI Perjuangan ini mengatakan, di Chandra Supermarket juga sampai saat ini tidak ada QR code (scan barcode) untuk menghitung jumlah pengunjung yang datang.
Padahal, seharusnya ada alat tersebut, sehingga kami merekomendasikan agar sebelum idul Fitri alat tersebut sudah terpasang. “Karena menjelang lebaran pasti pengunjung ramai ingin ke Chandra, jadi harus ada alat tersebut,”ungkapnya.

Sementara, pihak Manajemen Chandra Tanjung Karang, Deni Wahyudi membantah tidak adanya penempatan anggota Satgas Covid-19 di lokasi. Namun memang diakuinya adanya keterbatasan personil tim gugus tugas.

“Paling hanya ada satu atau dua petugas, sehingga jika ada yang tidak masuk, maka hanya satpam yang menjaga. Namun kamj membantah kalau tidak ada personil,” jelasnya.

Terkait belum dilakukannya rapid Test kepada pegawai, menurutnya hal ini akan dilakukan .”Kami segera lakukan rapid Test kepada pegawai, dan kami juga secepatnya untuk membeli alat scan barcode,” tandasnya.

“Memang sebelumnya ada 7 pintu yang dibuka di area Chandra Store namun sejak virus Corona ada dari pihak gugus tugas kota Bandar Lampung meminta hanya satu saja mengingat tidak tercukupinya petugas yang menjaga di area Candra Jadi kami ikut perintah dari pemerintah kota,” ucapnya lagi.
(*/ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *