Penyakit JAP Serang Pohon Karet di Tubaba

TULANGBAWANG BARAT-Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) atau Rigidoporus lignosus umumnya menyerang pohon karet yang telah siap disadap.

Jamur tersebut menyebabkan terhambatnya volume getah karet pada saat pohon karet memasuki usia yang sangat produktif.

“Misal, karet sudah memasuki usia tujuh tahun. Nah ini kan waktu-waktu yang sangat produktif. Akan tetapi dikarenakan terkena penyakit ini produktivitasnya berkurang. Hal ini dibuktikan dengan masa trek yang terjadi dua kali dalam setahun pada kebun karet, seperti yang biasa dikeluhkan oleh petani,” kata Kasi Produksi Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Sayu Made Budiarni saat dikonfirmasi wartawan diruangnya. Rabu (21/04/2021).

Dia menjelaskan, penyebab JAP bisa tumbuh dan berkembang di pohon karet dikarenakan, pada saat pohon karet tersebut belum masuk usia produktif, para petani melakukan sistem perkebunan tumpang sari.

Yakni perkebunan karet yang diselingi dengan penanaman pohon singkong atau jenis umbi-umbian lainnya.

“Pada saat usia pohon karet masih berumur satu sampai dua tahun atau lebih, para petani memanfaatkan lahan itu dengan di selingi menanam pohon singkong. Akan tetapi ada sisi negatifnya, batang singkong tersebut merupakan inang (Habitat) dari JAP. Nah inilah awal mula dari berkembang baiknya JAP,” jelasnya.

Sayu mengungkapkan, untuk di Kabupaten Tubaba sendiri, berdasarkan hasil survei Dinas Pertanian di lapangan, terdapat beberapa kebun karet yang terkena penyakit tersebut.

“Berdasarkan hasil survei kami di Tiyuh Mulya Kencana, Mulya Sari dan Tirta Makmur. Terdapat sekitar 70% pohon karet yang terkena penyakit tersebut,” pungkasnya. (Deb/Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *