BANDAR LAMPUNG-Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, diharapkan melakukan penyemprotan disinfektan atau hand sanitizer di sejumlah masjid selama Ramadan dan menjelang salat Idul Fitri 1442 H.
Harapan itu disampaikan, Abdi Suheli salah satu warga Perum Beringin Raya, Kelurahan Beringin Raya Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung kepada anggota DPRD Wiyadi yang melakukan kegiatan Penjaringan Aspirasi masyarakat (Reses) di Dapil VI yakni, Kecamatan Kemiling, Rajabasa dan Langkapura, Kamis (29/04/2021).
“Kami minta aparat terkait, untuk menyemprotkan disinfektan atau hand sanitizer di masjid-masjid selama Ramadan,” ujar Abdi.
Hal senada juga dikatakan warga Perum Bukit Kemiling Permai (BKP) agar penyemprotan disinfektan selain rumah ibadah juga di tempat -tempat umum lainnya.
“Mohon pak ketua supaya digalakkan lagi penyemprotan disinfektan di tempat umum dan tempat-tempat ibadah. Serta minta perluasan dan peninggian tanggul di Ragom Gawi, karena airnya deras dan melimpah, air ini juga merupakan pembuangan air dari BKP dan Jalan Pramuka,” kata dia.
Selanjutnya, di Kelurahan Sumber Agung, Sutini, ibu rumah tangga ini menyampaikan keluhan akan sekolah daring yang menurut mereka tidak efektif dan sekolah daring jadi kendala bagi orang tua.
“Sekolah daring selama ini, jadi kendala bagi para orangtua mohon bantuan karena kami direpotkan juga dengan dana kuota. Kami para orangtua rindu sekolah seperti semula. Tolong Pak realisasikan sekolah tetap muka walaupun 1 atau 2 jam karena sudah 1 tahun lebih tidak masuk sekolah, anak-anak juga sudah merasa bosan pak,” ujarnya.
Selain itu juga, warga mengeluhkan akan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak merata. “Mohon juga pak, bantuan selama pandemi untuk masyarakat yang tidak mampu supaya ada bantuan lagi kayak dulu, beras atau apa lah. Juga mohon perbaikan dan pengerukan drainase serta gorong-gorong di Sumber Agung,” kata Sutini.
Menanggapi hal ini, Wiyadi yang juga Ketua DPRD Kota Bandar Lampung mengatakan untuk menyemprotan disfektan ke masjid-masjid nanti akan diteruskan ke BPBD atau ke Gugus Tugas Covid-19. “Nanti kita coba teruskan ya usulan ini, walau ada himbauan solat ied di rumah tapi kan ini demi menjaga kesehatan bersama juga,” ujar Wiyadi.
Ketua DPC PDI-Perjuangan ini juga menjelaskan, untuk sekolah tatap muka, informasi dari Dinas Pendidikan bahwa sekolah offline atau tatap muka akan dilakukan bersamaan dengan tahun ajaran (TA) baru pada 13 Juni 2021.
“Kita sama-sama berdoa mudah-mudahan pandemi covid-19 ini cepat berlalu. Sekolah tatap muka nanti ada teknisnya dan yang pasti tetap mematuhi protokol kesehatan,” paparnya.
Dan yang jelas, tegas legislator Partai besutan Ketua Umum Mega Wati Soekarno Putrie ini, semua usulan dan keluhan warga akan ditampung dan yang akan dicoba diajukan untuk realisasinnya ke Pemkot Bandar Lampung.
“Semua usulan kita tampung dan yang infrastruktur kita akan ajukan ke Dinas PU nanti di masukkan dalam anggaran pembangunan,” tandasnya.
Diketahui, reses anggota DPRD Kota Bandar Lampung, selain menampung aspirasi masyarakat, reses dilakukan secara door to door, mengingat masih dalam masa pandemi covid-19, sekaligus membagikan nasi kotak dan snack. (ron)












