Pemkot Siapkan 3 Titik Alat GeNose Covid-19 Secara Gratis

BANDAR LAMPUNG-Pemkot Bandar Lampung siapkan 3 unit GeNose Covid-19 yaitu alat skrining virus corona untuk masyarakat Bandar Lampung secara gratis. GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) merupakan alat pendeteksi Covid-19 melalui napas yang dihembuskan oleh seseorang.

“Bagi masyarakat Bandar Lampung yang ingin tes GeNose, bisa datang ke satu atap di pelayanan Disdukcapil disebelah kanan itu ya, gratis,” kata Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, Senin (28/6/2021).

Ia menyebutkan tidak hanya di gedung satu atap, ada dua titik lagi yang disediakan untuk melakukan tes skrining virus corona tersebut.
“Kita ada 3 titik, Di RSUD A Dadi Tjikrodipo, Dinas Kesehatan Bandar Lampung, dan disini, gedung pelayanan satu atap,” ungkapnya.

Ia berharap bahwa pemkot bisa membeli lebih banyak lagi unit GeNose untuk memudahkan masyarakat. “Mudah-mudahan kita bisa beli lebih banyak lagi. Kita taruh di tempat-tempat ramai, insya Allah rencananya taruh di pasar-pasar,” lanjutnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung, Edwin Rusli mengatakan bahwa untuk saat ini 3000 kantong napas disediakan untuk 3 titik. Sedangkan, untuk teknisnya mulai dari penyediaan kantong napas hingga kepada siapa targetnya itu tergantung dari instansinya.

“Misalnya apakah hanya dilakukan tes kepada yang dicurigai saja atau semua bisa lakukan GeNose. Kalau di rumah sakit biasanya kita yang sediakan alat, untuk kantong napasnya mereka yang menyediakan,” ujarnya.

“Kalau hasil GeNosenya ada yang positif isolasi mandiri sedangkan yang ada gejala kita serahkan ke puskesmas atau rumah sakit. Nanti disana yang menentukan harus Tes Antigen atau PCR dulu,” jelasnya.

Di lain sisi, Yosep Fauzi Adhi Rahman, Kepala Cabang PT Indofarma Global Medika yang merupakan distributor produk GeNose menyampaikan bahwa sebelum melakukan tes GeNose, sebaiknya masyarakat tidak makan dan minum apapun.

“Paling sedikit 30 menit sebelum tes, temasuk ngerokok ya, pakai wangi-wangian (parfum) juga tidak boleh. Karena itu sangat mempengaruhi hasil,” kata Yosep, Senin (28/6/2021).

Yosep mengatakan penggunaan kantong napas cukup mudah. Sebelum menghembuskan napas dalam kantong, cukup tarik napas dan menghembuskannya selama tiga kali, pada hembusan ketiga baru buang napas dalam kantong lewat mulut.

Setelah itu, kantong napas dapat diserahkan pada petugas skrining GeNose. Saat proses skrining juga akan ditanyakan terkait identitas diri secara singkat dan ada tidaknya gejala yang dirasakan.

“Karena kita pakai AI (red: Kecerdasan Buatan) yang terupdate ya. Jadi kalau seri pertama itu hanya input nama, usia, dan jenis kelamin. Sekarang bisa input jika yang bersangkutan ada gejala,” katanya.

Namun dirinya mengaku masih belum mengetahui apakah AI yang ada pada alat GeNose saat ini sudah bisa mendeteksi varian delta atau belum. “Untuk deteksi varian delta, saya belum berani menjawab terkait ini. Tapi AI tetap selalu di update dari pusat kalau ada penemuan gejala baru. Info yang saya dapat sih begitu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan jika misalnya ada sampel pasien yang hasilnya terkena varian delta, maka akan dilakukan penelitian ciri napasnya seperti apa dan sensor-sensor yang harus dibaca oleh alat tersebut. “Tapi sepertinya sampai saat ini belum ya,” katanya lagi.

Kemudian mengenai validitas alat GeNose yang ada di Kota Bandar Lampung, Ia mengatakan alat ini sudah dapatkan izin edarnya. “Karena untuk dapatkan izin edar itu ada tes segala macamnya, dan validitasnya sendiri itu sudah dianggap layak untuk didistribusikan. Kalau misalnya saat itu validitasnya masih diragukan tidak mungkin kementerian kesehatan mengeluarkan izin edar,” jelasnya.

Ia pun mengatakan bahwa sensor pada alat sangat sensitif sirkulasi udara dan ruangan untuk tes GeNose sebaiknya tidak banyak orang didalamnya. “Sebetulnya ruangan ini (tes GeNose dalam satu atap) cukup layak, cuma sebaiknya tidak boleh ada banyak orang dalam ruangan karena memepengaruhi sensor kami,” tandasnya. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *