
TULANGBAWANG BARAT-Dugaan penyimpangan anggaran pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) semakin menguat.
Pasalnya, beberapa penyuluh KB di sejumlah kecamatan Kabupaten Tubaba, mengaku tidak pernah menerima bantuan, dan tidak mengetahui sama sekali terkait realisasi anggaran DP2KB tahun 2020 dan 2021.
Penyuluh KB Kecamatan Tumijajar, Ngatiyem mengatakan, bahwa Penyuluh KB tingkat kecamatan memiliki tiga program. Ketiga program tersebut tidak menggunakan dana dari Dinas PPKB.
“Ketiga program itu diantaranya program Ketahanan keluarga, Kependudukan dan satunya saya lupa. Semua kegiatan tersebut tidak ada anggaran yang berasal dari DP2KB Tubaba,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (04/04/2022) lalu.
Diungkapkannya, di Kecamatan Tumijajar terdapat 10 kader Penyuluh KB, yang berada di tiap-tiap tiyuh di kecamatan tersebut.
“Para kader tersebut tidak memiliki insentif atau gaji. Merekalah yang orang bisa disebut pahlawan tanpa jasa. Para kader KB merupakan orang-orang yang benar-benar mengabdi untuk masyarakat. Tidak pernah sama sekali menerima gaji atau apapun dari DPPKB Kabupaten,” kata Ngatiyem.
Ditanya soal mekanisme pendanaan kegiatan, Ngatiyem menyatakan, semua keuangan kegiatan diatur oleh DPPKB Tubaba. Sementara Penyuluh tugasnya menjadi fasilitator.
“Dalam setiap kegiatan, sepeserpun kami tidak mengetahui tentang anggaran. Tugas kami menyiapkan tempat dan lain sebagainya. Hanya itu tugas kami. Urusan anggaran kami tidak tahu. Semua sudah diatur orang dinas,” ucapnya.
Lanjut Ngatiyem, kegiatan penyuluh pada tahun 2020 lalu, menurutnya tidak ada sama sekali kegiatan ataupun bantuan yang berupa fisik dari DPPKB Tubaba. Karena dalam kondisi pandemi Covid-19.
Kegiatan penyuluhan di Kecamatan Tumijajar pada tahun 2020 hanya sosialisasi saja.
“Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring. Tidak ada anggarannya. Hanya zoom saja. Dan tidak ada kegiatan berupa fisik, baik barang dan jasa,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Wawan Penyuluh KB Kecamatan Tulangbawang Tengah saat dikonfirmasi wartawan dikediamannya, Selasa (05/04/2022) lalu.
Wawan mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah menerima anggaran dari Dinas PPKB Tubaba sejak dirinya menjadi penyuluh tingkat kecamatan.
“Saya tidak mengerti kalau berkaitan dengan anggaran, sejak saya masuk tahun 2018 tidak pernah mengelola anggaran Balai. Seperti Rehab balai juga belum pernah ada sejak saya menjadi penyuluh, begitu juga pengadaan barang tidak ada,” jelasnya.
Selain itu, menurutnya tidak pernah ada tambahan penghasilan atau insentif yang diberikan oleh Dinas PPKB. Seperti halnya kegiatan penyuluhan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) kepada masyarakat untuk ikut program KB, baik perorangan atau kelompok-kelompok
“Selama mengadakan sosialisasi atau kegiatan-kegiatan kami tidak pernah mendapat anggaran, tapi tidak tahu kalau di Dinas, karena kami tidak pernah menerima bahkan seperti insentif tambahan penghasilan dari kegiatan-kegiatan juga tidak ada. Terkait bantuan atau belanja barang dan jasa tidak pernah ada,” kata Wawan.
Lanjut Wawan, selama ini di Tubaba tidak ada Kepala Balai, sebab masih di handel Dinas PPKB.
“Setahu saya selama ini untuk anggaran kita hanya untuk biaya listrik balai penyuluhan KB saja, air, dan mungkin honor cleaning servicenya.” kata Wawan
Terkait kegiatan Peningkatan Kualitas Pelayanan KB bagi keluarga Pra sejahtera, Wawan membenarkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan berupa pembinaan agar keluarga tersebut memiliki tingkat kesejahteraan yang baik.
“Kegiatannya hanya mengarahkan masyarakat untuk membuat keripik pisang, dan kegiatan usaha lainnya, yang memang anggarannya secara mandiri dari masing-masing masyarakat, tidak ada bantuan anggaran dari DP2KB,” pungkasnya.
Ditempat terpisah, saat ditemui dikantornya, Kepala DP2KB Nurmansyah enggan berkomentar terkait anggaran kegiatannya. Justru mengklaim bahwa anggaran tersebut sudah direalisasikan dan dilaksanakan dengan sepenuhnya.
“Semua kegiatan tahun 2020 dan tahun 2021 sudah kita laksanakan sepenuhnya,” kata Nurmansyah, Senin (11/04/2022) saat ditemui sejumlah wartawan diruang kerjanya.
Diberitakan sebelumnya, bahwa anggaran kegiatan D2PKB Tubaba tahun 2020 terdiri dari belanja langsung yang terealisasi sebesar 4 miliar, terdiri dari program Keluarga Berencana sebesar 3,6 miliar, program peningkatan sarana dan prasarana aparatur 192 juta, dan program Pelayanan Administrasi Perkantoran 207 juta.
Selain itu, program Peningkatan pelayanan dan penyuluhan melalui Balai Penyuluhan KB tahun 2020 menelan anggaran 2,3 miliar. Kegiatan kesatuan gerak PKK-KB dan Kesehatan tahun 2020 dengan anggaran 24 juta, dan program peningkatan kualitas pelayanan KB bagi keluarga pra sejahtera dan KS yang bersumber dari dana DAK sebesar 1,19 miliar.
Pada Anggaran Belanja Langsung tahun 2021 Program KB juga mencapai 4 miliar hampir sama dengan tahun 2020. (Jim)












