
TULANGBAWANG BARAT-Seorang wanita berinisial KA (51) di Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) meninggal dunia.
Meninggalnya wanita paruh baya tersebut diduga akibat kecerobohan Puskesmas Poned di Kecamatan Lambu Kibang, karena menolak almarhumah sewaktu ingin berobat.
Menurut Kepala Tiyuh (desa) Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Tobroni mengatakan, KA merupakan warga tiyuhnya. Tepatnya di RT 09/RW 03.
Menurutnya, KA memang mengidap beberapa penyakit, seperti gula darah, dan darah tinggi.
Pada hari Sabtu (7/5/2022) yang lalu, kondisi KA memburuk, keluarganya pun membawa KA berobat ke Puskesmas Kibang Budi Jaya, namun mereka di tolak, dengan alasan tidak bisa menampung pasien, karena ruang pengobatan penuh.
Alhasil, KA dibawa pulang kembali dan dirawat di rumahnya, dengan hanya mengenakan infus. Tanpa pengobatan lainnya.
Keesokan harinya, setelah kondisi KA kian memburuk, keluarganya membawa KA berobat ke Rumah Sakit di Kabupaten Tulang Bawang. Kendati demikian, nyawa KA sudah tak tertolong.
“Sudah telat, dan akhirnya nyawa almarhumah tak tertolong, pagi ini pukul 09.00 WIB. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya,” ujar Tobroni saat di konfirmasi wartawan melalui sambungan selulernya, Minggu (8/5/2022).
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Tubaba, Sudirwan menyayangkan kejadian tersebut.
Menurut Sudirwan kejadian tersebut harus segera ditindaklanjuti. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Mereka (Dinas Kesehatan dan Puskesmas-red) harus bertanggungjawab. Mininal ada itikad baik kepada keluarga yang ditinggalkan. Agar tidak ada konflik antara warga dan Puskesmas setempat,” kata Sudirwan.
Menurutnya, kejadian tersebut merupakan hal yang sangat krusial. Karena menyangkut nyawa seseorang.
Untuk itu, politisi partai Hanura ini akan melakukan pemanggilan kepada Dinas Kesehatan untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban.
“Ini bukan hal yang mudah. Dan bukan main-main. Karena menyangkut nyawa seseorang, saya sangat sedih mendengar kejadian ini, untuk itu, minggu depan kita panggil Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (Jim)












