
TULANGBAWANG BARAT-Terkait dengan dugaan penolakan pasien yang berujung kematian di Puskesmas Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Dinas Kesehatan setempat enggan berkomentar.
Sekretaris Dinas Kesehatan Tubaba, Eka Riyana saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes), Majril enggan menjumpai wartawan dan akan memberikan jawaban tertulis melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes).
“Jawabannya ada dengan Pak Karyawanto, Kabid Yankes,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan selulernya, Senin (9/5/2022).
Senada dengan Sekretaris, Kabid Yankes Dinkes Tubaba, Karyawanto mengatakan dirinya sudah membuat jawaban tertulis tersebut. Dan telah disampaikan kepala Kepala Dinas Kesehatan.
“Sudah saya sampaikan ke Pak Kadis (Majril-red). Biar Kadis yang menyampaikan. Saya hanya bertugas mengumpulkan bahan keterangan. Hasilnya saya laporkan ke Kadis,” kata Karyawanto saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp-nya.
Sementara, Kadiskes Tubaba, Majril tidak bisa dikonfirmasi. Saat wartawan mencoba mengkonfirmasi melalui pesan WhatsApp maupun telpon selulernya.
Hal tersebut memunculkan tanda tanya besar. Sebab orang nomor satu yang ditugaskan oleh Bupati sebagai pelayan kesehatan di Kabupaten Tubaba enggan memberikan jawaban ketika ditanyakan mengenai dugaan penolakan pasien di Puskesmas yang berujung maut.
Pasalnya, permasalahan yang krusial tersebut bisa memunculkan masalah. Ketika masyarakat menanti jawaban pasti Diskes Tubaba. Karena persoalan tersebut menyangkut nyawa seseorang.
Seperti yang dikatakan, Ketua Komisi II DPRD Tubaba, Sudirwan, sebelumnya.
Menurut Sudirwan kejadian tersebut harus segera ditindaklanjuti. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Mereka (Dinas Kesehatan dan Puskesmas-red) harus bertanggungjawab. Mininal ada itikad baik kepada keluarga yang ditinggalkan. Agar tidak ada konflik antara warga dan Puskesmas setempat,” kata Sudirwan.
Diketahui, sebelumnya seorang wanita berinisial KA (51) meninggal dunia. Meninggalnya wanita paruh baya tersebut diduga akibat kecerobohan Puskesmas Poned di Kecamatan Lambu Kibang, karena menolak almarhumah sewaktu ingin berobat.
Menurut Kepala Tiyuh (desa) Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Tobroni mengatakan, KA merupakan warga tiyuhnya. Tepatnya di RT 09/RW 03.
Menurutnya, KA memang mengidap beberapa penyakit, seperti gula darah, dan darah tinggi.
Pada hari Sabtu (7/5/2022) yang lalu, kondisi KA memburuk, keluarganya pun membawa KA berobat ke Puskesmas Kibang Budi Jaya, namun mereka di tolak, dengan alasan tidak bisa menampung pasien, karena ruang pengobatan penuh.
Alhasil, KA dibawa pulang kembali dan dirawat di rumahnya, dengan hanya mengenakan infus. Tanpa pengobatan lainnya.
Keesokan harinya, setelah kondisi KA kian memburuk, keluarganya membawa KA berobat ke Rumah Sakit di Kabupaten Tulang Bawang. Kendati demikian, nyawa KA sudah tak tertolong.
Adik kandung KA, Sandi mengatakan, Puskesmas Kibang Budi Jaya pada saat itu langsung menolak ayuknya. Dengan alasan ruang pasien penuh.
Padahal, lanjut Sandi, Puskesmasnya tersebut terlihat sepi pengunjung. Karena dalam suasana lebaran.
“Alasannya ruangan penuh. Padahal hanya ada satu orang,” pungkasnya.(Jim)












