Tubaba Urutan 11 Program TPBIS Tingkat Nasional

Kadispusipda Kabupaten Tulangbawang Barat, Rodianto. (foto: Jimi)
Kadispusipda Kabupaten Tulangbawang Barat, Rodianto. (foto: Jimi)

TULANGBAWANG BARAT-Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), urutan ke-11 program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kabupaten Tubaba, Rodianto mengatakan, penilaian tersebut merupakan penilaian semester pertama tahun 2022 untuk kategori Advokasi TPBIS.

“Program TPBIS ini, adalah program nasional yang dibentuk sejak 2019 lalu, dan mulai berjalan optimal khususnya di Tubaba tahun ini,” ujarnya, Minggu (17/07/2022).

Rodianto menyatakan, dengan program TPBIS pemerintah berupaya untuk terus meningkatkan minat baca dan penguatan literasi masyarakat.

“Ada 3 kategori dalam TPBIS ini, yakni Advokasi, Publikasi, dan keterlibatan masyarakat atau Mitra. Keseluruhan bagian dari program itu telah kita laksanakan, tetapi memang untuk Publikasi dan Mitra masih belum optimal, sehingga kita tidak masuk dalam penilaian,” jelasnya.

Lanjut dia, penilaian itu dilakukan per semester yang artinya setahun 2 kali, sehingga untuk 2 kategori yaitu Publikasi dan Mitra akan digencarkan pada semester ke 2 ini untuk penilaian di akhir tahun.

“Untuk diketahui, maksud sasaran atau masing-masing kategori itu yakni, kategori Advokasi adalah pelaksanaan TPBIS dengan melakukan Advokasi dan membangun kerja sama dalam berbagai kegiatan literasi. Sedangkan kategori Publikasi itu Peningkatan layanan dan kualitas informasi perpustakaan melalui koleksi bahan pustaka, layanan komputer dan internet untuk masyarakat. Terakhir, pelibatan masyarakat atau Mitra adalah meningkatkan penggunaan layanan perpustakaan untuk memfasilitasi kegiatan kebutuhan masyarakat dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” tuturnya.

Lanjutnya, untuk itu berbagai upaya terus kita lakukan untuk memaksimalkan program TPBIS, seperti pada kategori Advokasi, kita kerja sama bersama Polres, Sekolah Seni, dan pihak-pihak lain untuk menggelar sejumlah kegiatan lomba membaca maupun menulis serta mempraktekkan literasi misalnya lomba Puisi.

“Kedepan akan terus kita tingkatkan, termasuk seperti pembuatan website dan aplikasi untuk pelaksanaan TPBIS kategori Publikasi, serta memaksimalkan perpustakaan daerah menjadi tempat masyarakat mencari sumber bacaan sesuai yang dibutuhkan untuk kategori Mitra,” kata dia.

Jelasnya, program TPBIS ini juga guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses informasi sesuai dengan konteks kebutuhan masing-masing, dengan fokus sasarannya adalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

“Mudah-mudahan dengan prestasi TPBIS Advokasi ini menjadi semangat kita untuk bisa lebih baik lagi menjalankan peran sebagai perpustakaan daerah, termasuk juga nantinya dalam hal kearsipan,” pungkasnya. (Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *