Kegiatan DLHD Tubaba Diduga Fiktif dan Menyimpang, Kadis Minta Tulis 200 Juta Hilang

Kantor DLHD Kabupaten Tulangbawang Barat. (foto: ist)
Kantor DLHD Kabupaten Tulangbawang Barat. (foto: ist)

TULANGBAWANG BARAT-Kegiatan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun 2021 diduga fiktif dan menyimpang.

Informasi yang dihimpun wartawan, tenaga kebersihan DLHD Tubaba sebanyak 62 orang, terdiri dari 61 orang petugas kebersihan dengan honor Rp850 ribu/bulan dan 1 orang operator alat berat dengan honor Rp2,5 juta/bulan selama 12 bulan kerja.

Sementara itu, penelusuran media, DLHD Tubaba merealisasikan anggaran pengelolaan sampah sebesar Rp1,2 miliar. Diduga total pembayaran honor 62 orang petugas tersebut hanya mencapai Rp652 juta lebih, dan juga terdapat anggaran kegiatan hibah kepada salah satu yayasan di Tubaba sebesar Rp100 juta dari program pengelolaan sampah tersebut.

Dikatakan Kepala DLHD Tubaba, Firmansyah, saat diwawancara wartawan di Kantornya, Selasa (02/08/2022) soal berbagai kegiatan, Kepala Dinas tersebut justru mengaku, perbedaan realisasi anggaran dan hasil klarifikasi di lapangan, bisa saja terjadi hilang.

“Bilang saja, ini ada Rp200 juta hilang entah kemana,” kata Firmansyah.

Lanjut Firmansyah, terkait kegiatan belanja hibah untuk Yayasan Paragita berupa kegiatan Bimtek-bimtek atau sosialisasi ke masyarakat semua Tiyuh (Desa) se-Tubaba.

Selain itu, untuk pengadaan bibit pohon penghijauan Firmansyah mengaku tahun 2021 Dinasnya pernah melakukan pengadaan bibit dan pengambilan bibit di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS).

Terkait besaran anggaran, dan jumlah bibit pengadaan yang dimaksud, Firmansyah mengaku tidak begitu ingat.

“Untuk bibit pohon yang berukuran besar, itu kita beli dengan pengadaan. Berapa nilai dan jumlahnya saya lupa. Sementara untuk bibit pohon yang kecil-kecil, kita ambil dari BPDAS, sifatnya bukan pengadaan tetapi hanya sebatas anggaran akomodasi transportasi,” kata Firmansyah.

Lanjut Kepala DLHD Tubaba, mengenai kegiatan pemeliharaan taman kura-kura agro wisata tahun 2021, juga menjadi kewenangannya, Firman mengaku terdapat anggaran yang direalisasikan ke taman tersebut untuk kegiatan penanaman, honor penjaga taman, pemberian pakan kura-kura, serta penambahan lebah madu kelanceng.

Sebelumnya, Andi Kurnia Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHD Tubaba, mengatakan bahwa kegiatan pemeliharaan taman kura-kura pada tahun 2021 menelan anggaran senilai Rp50 juta.

“Taman kura-kura dengan konsep konservasi makanya kewenangan DLHD Tubaba jadi masuk katagori RTH juga, jadi anggarannya Rp50 juta sama seperti tahun 2022. Tahun 2021 untuk pakan, honor petugas dan sebagian support untuk yayasan Gita Persada. Support itu untuk biaya makan minum rapat dan MoU,” kata Andi Kurnia, Kamis (28/07/2022) saat di temui diruang kerjanya.

Andi juga mengaku tidak pernah mengatakan tentang kegiatan DLHD Tubaba untuk kegiatan penambahan lebah madu kelanceng di Taman Kura-kura Agro Wisata.

“Tidak ada satu pun kegiatan pengadaan bibit tahun 2021, Kita hanya melakukan pengambilan bibit, pohon Flamboyan, Pulai, Mahoni dan Trembesi. Serta bibit buah-buahan seperti bibit pohon Nangka, Alpukat dan Sirsak dari BPDAS. Prosesnya dua kali pengambilannya dilakukan dua kali. Pengambilan pertama 5 ribu bibit dan begitu juga yang kedua. Kalau untuk fisik kegiatan berkaitan dengan bibit, kita hanya membuat rumah bibit ukuran 10×10 meter dengan biaya Rp29,9 juta,” kata Andi.

Sementara itu berbeda dengan informasi yang disampaikan Fungsional Bagian Perencanaan DLHD, Farida mengatakan, berdasarkan data realisasi anggaran 2021 DLHD Tubaba telah merealisasikan anggaran senilai Rp100 juta untuk kegiatan pemeliharaan taman kura-kura.

“Kegiatan tersebut masuk kedalam program Keanekaragaman hayati. Yakni pemeliharaan taman kura-kura senilai Rp100 juta,” pungkas Farida mendampingi Sekretaris DLHD Tubaba, Dalhami, Senin (01/08/2022). (Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *