Zaidirina Bantah Terima Setoran Kenaikan Jabatan di Tubaba

TULANGBAWANG BARAT – Mantan Penjabat (Pj) Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Zaidirina Wardoyo membantah telah menerima  setoran kenaikkan jabatan dari oknum ASN berinisial KD.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari salah satu media, seorang ASN di salah satu dinas Pemkab Tubaba berinisial KD diduga telah mengiming-imingi  kenaikan jabatan kepada beberapa ASN lainnya dengan mahar sebesar Rp10 juta.

Adapun beberapa ASN yang mengaku telah menyetorkan uang tersebut yakni YT dan AZ.

Menurut keterangan YT, salah seorang ASN yang merupakan korban iming-iming KD mengungkapkan, peristiwa penawaran naik jabatan dengan mahar senilai Rp10 juta per ASN itu dilakukan sekitar bulan Oktober 2022 lalu yang hingga kini para ASN yang telah setor uang tak kunjung naik jabatan.

YT mengaku, dirinya dan ASN lain telah merelakan jika jabatan mereka tak kunjung naik dengan syarat uang mereka dikembalikan utuh. Namun, hingga saat ini KD tidak pernah menepati janjinya itu.

YT juga menyatakan dirinya memiliki bukti transfer kepada KD.

Senada dikatakan oleh korban lain yakni AZ, yang juga Pejabat di Kabupaten Tubaba. AZ menegaskan,  jika mereka siap mengambil langkah lebih jauh karena KD tidak menunjukkan itikad baik.

Menanggapi hal itu, Mantan Pj Bupati Tubaba, Zaidirina Wardoyo menegaskan dirinya tidak pernah menerima mahar tersebut.

Menurutnya, selama ia  menjabat, promosi dan mutasi selalu melalui pertimbangan objektif dari Baperjakat (silahkan dikonfirmasi) dan meminta izin atau persetujuan dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Dalam Negeri.

” Saya tidak bertanggung jawab jika ada yg menggunakan/mencatut nama saya untuk kepentingan pribadi,” tegasnya melalui WhatsApp Grup (WAG) Maju Bersama Tubaba, Jum’at (02/06/2023).

Bakal Melaporkan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung ini mengatakan akan melaporkan ke pihak berwajib jika ada bukti-bukti yang mengarah pada pencemaran nama baikya.

” Masak iya sih karena uang Rp10 juta saya mau merusak nama baik dan karir saya,” ucapnya.

Zaidirina mengaku dirinya telah mendapatkan informasi tersebut saat ia menjabat. Ia juga sempat menegur KD dihadapan khalayak ramai.

” Iya, semua kan tau bagaimana karakter si KD itu, saya tidak pernah mengizinkan dia menghadap saya, pernah sekali saya marahin habis-an di depan kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), karena saya dengar rumor ini,” kata dia.

Untuk itu, Zaidirina mendukung para ASN yang telah menjadi korban KD untuk melaporkan ke pihak yang berwenang.

” Didorong aja supaya ASN yang tertipu untuk melaporkan ke APH, saya dukung,” ucapnya.

Terpisah, berdasarkan informasi yang dikutip wartawan dari salah satu media,  KD tetap saja mengatakan, masih ada peluang kenaikan jabatan jika Pj Bupati Tubaba Firsada tidak merubah keputusan yang telah terkonsep saat masa jabatan Zaidirina.

“Iya kita upayakan, sebenernya kalau bisa nunggu ada kok kemungkinan, tapi dengan catatan Penjabat Bupati yang baru ini tidak lagi merubah konsep itu, ya kalau berubah ya namanya dia punya kuasakan kita nggak tau,” kata KD.

“Nah, untuk antisipasi hal itu, makanya saya dengan pak AZ sudah berkomitmen untuk sementara pulangkan dana itu, makanya rencana saya tanggal 8 Juni nanti saya mau ketemu dengan HK sama JS (ASN/Korban lain), mereka sudah saya hubungi semua,” sambung KD.

KD menyebut, dirinya hanya menyampaikan peluang naik jabatan itu kepada YT. Namun, informasi peluang naik jabatan itu tersebar sehingga banyak yang berminat dan langsung memberi uang.

“Kalau yang ketemu dengan saya langsung cuma YT itu aja, kalau yang lain-lainnya mungkin udah bawaan dari mereka semua, kalau yang ngurus memang rame,” tuturnya.

“Tapi, yang udah mana-mana kira-kira ngurus dari awal yang nggak masuk konsep usulan ke departemen, ya sudah kita beresin ngapain kita ngurusin yang nggak masuk. Ya kemaren sudah, makanya saya bilang misalnya ada keajaiban tidak merubah konsep ini ya masih terus cuma kan kita nggak tau kepentingan,” ujar KD.

Maka dari itu, KD mengatakan, akan mengembalikan uang dan bahkan semua sudah sepakat untuk uang kembali dengan cara dicicil.

” Ya saya komunikasi apa adanya dengan mereka segala macem itu separo-separo ya karena inikan sama aja dengan musibah,” ketusnya.

“Ya bisa di bilang ibu PJ (Zaidirina) kita ini kan apes, karena tanggal 22 mei dia serah terima jabatan tanggal 23 mei keluar surat dari menteri persetujuan,” kelitnya.

KD terang-terangan menyatakan bahwa ia mengurus dan memberikan uang guna kenaikan jabatan para ASN itu tidak melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) atau dikenal dengan sebutan BKD, melainkan dirinya langsung dengan mantan Pj Bupati Zaidirina.

“Kalau saya nggak ke BKD tapi langsung ke ibu PJ karena diakan yang punya wewenang, kan kalau BKD nurut apa kata dia, saya juga kan bukan orang BKD semenjak dilantik di dinas peternakan, ya kurang etis juga kalau saya yang ngomong sama kepala BKD nya makanya saya mencoba lewat alur kekeluargaan lewat ibu PJ,” pungkas KD. (Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *