LAMPUNG TENGAH – Lampung Tengah, merupakan salah satu kabupaten di provinsi Lampung dengan jumlah mata pilih terbanyak, sehingga berbagai konflik bisa saja terjadi ketika digelar pesta demokrasi.
Menurut Kapolres Lampung Tengah AKBP Andik Purnomo Sigit SH. SIK. MM Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota), Pemilu 2023-2024, bertujuan untuk meminimalisir terjadi konflik pada saat digelar pesta demokrasi.
AKBP Andik Purnomo Sigit, mengatakan Kabupaten Lampung Tengah masuk dalam zona merah potensi konflik saat digelar Pemilu. Selain itu kabupaten Lampung Tengah, juga menempati posisi ke 5 daerah rawan pemilu di Provinsi Lampung.
Zona Merah dan Peringkat ke 5 Kerawanan Pemilu, tersebut menurut Kapolres Lamteng, didapat dari berbagai data intelijen dan Bawaslu.
Potensi-potensi gangguan tersebut selain karena wilayahnya yang luas juga, jumlah penduduk Lampung Tengah, yang terbanyak di Provinsi Lampung.
“Kita masuk peringkat 5 potensi konflik saat pemilu. Hal itu karena Kabupaten Lampung Tengah, menempati urutan pertama dengan jumlah mata pilih terbanyak, ” jelasnya saat menggelar simulasi sispam kota di halaman KPU Lamteng Rabu (18/10/2023).
Untuk itu simulasi sispam kota yang melibatkan TNI,Polri, Brimob Polda Lampung dan Sat Pol PP, memperagakan tehnik dan tata cara menghadapi masya yang beringas, dengan tujuan menekan angka konflik dan jatuhnya korban jiwa pada saat Pemiilu.
Terkait kemungkinan konflik pernedaan pilihan, Kapolres Lampung Tengah AKBP Andik Purnomo Sigit mengimbau masyarakat agat bersama-sama menciptakan situasi kondusir.
“Silahkan berbeda pilihan, namun situasi kondusif aman dan nyama wajib kita ciptakan bersama, ” tegasnya.
Kapolres mengatakan bahwa Polri selalu netral tidak berpihak kemana-kaman dalam setiap Pemilu. (Gunawan).












