
TULANGBAWANG BARAT-Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Umar Ahmad menyebut Tubaba bukan hanya sekedar singkatan dari Kabupaten Tulangbawang Barat.
Melainkan, masa depan dari kabupaten yang memiliki motto Ragem Sai Mangi Wawai itu.
“Tubaba adalah masa depannya, Tulangbawang Barat,” kata Umar Ahmad saat menghadiri talk show yang mengusung tajuk Bulan Bahasa dan Pekan Nusantara.
Diketahui kegiatan itu, diselenggarakan oleh Sekolah Lentera Harapan. Acara tersebut dilaksanakan di Tiyuh Mulya Jaya, Kecamatan Gunung Agung, kabupaten setempat, Jumat (29/10/2021).
Umar mengatakan, ciri orang Tubaba ialah orang yang memegang teguh prinsip Nemen Nedes dan Nerimo (Nenemo) serta Sederhana, Setara dan Lestari (SSL).
“Orang Tubaba harus bekerja keras (Nemen), tahan banting (Nedes) dan ikhlas menerima hasil yang didapat atas usaha yang dilakukan (Nerimo). Serta memiliki gaya hidup yang sederhana. Tidak merasa lebih tinggi atau hebat dan tetap menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Lanjut Umar, hal itu merupakan landasan awal dalam proses pembangunan Tubaba diawali dengan pembangunan karakter manusianya.
“Sebuah cita-cita pembangunan baik manusia maupun pembangunan wilayahnya. Prinsip Nenemo-SSL merupakan salah satu jalan Tulangbawang Barat menuju masa depan yang gemilang,” kata dia.
Diakhir acara, Umar menandatangani prasasti sekaligus berpesan agar Sekolah Lentera Harapan dapat menjadi motor bagi masyarakat di sekitar Gunung Agung dalam hal pentingnya pendidikan karakter anak-anak di Tubaba.
“Budaya adalah semua kreasi yang dapat diciptakan oleh manusia dan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus,” pungkasnya. (Jim)












