Diduga Korban Lakalantas, Ini Harapan Keluarga Aldafi Anggara

TULANGBAWANG BARAT-Darwin ayah kandung Aldafi Anggara balita 10 bulan warga Tiyuh Tanjung Selamat Pemekaran Tiyuh Karta Raharja, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) minta kepolisian bertindak.

Hal tersebut lantaran insiden Lakalantas yang dialami keluarganya, Rabu (27/10/2021) sekitar pukul 12.57 IWB lalu, berdampak fatal terhadap Aldafi Anggara hingga korban dalam keadaan kritis.

Menurut Darwin, sejauh ini keluarganya belum melaporkan secara resmi ke pihak kepolisian atas kejadian tersebut. Namun, dirinya berharap Polres Tubaba dapat segera melakukan tindakan, dan memproses pihak pengemudi hingga pemilik usaha sesuai aturan yang berlaku.

“Tempat usaha panglong kayu pemilik mobil tersebut sangat berdekatan dengan badan jalan, dan dapat membahayakan bagi keselamatan masyarakat Umum saat melintas di daerah tersebut,” kata Darwin, Senin (01/11/2021).

Sejauh ini, kata dia, pihaknya telah mengetahui pemilik mobil Pick Up Grand Max selaku pemilik usaha panglong Kayu adalah Kasnok, warga Kartaraharja, sementara drivernya berinisial (S).

“Empat Hari lalu, pihak Kasnok mengutus Kepala Tiyuh untuk mengklaim biaya pengobatan melalui BPJS, namun ditolak pihak Rumah Sakit, lantaran kami telah menandatangani dengan pembiayaan umum.
Pastinya, mereka hanya ingin membantu biaya pengobatan anak kami hanya 50 persen saja,” paparnya.

Sementara itu, Jenika Anggraini Ibu kandung Aldafi Anggara mengatakan, saat itu dirinya hendak pulang menuju kerumah bersama orang tuanya Eka Wati dan anak balitanya yang masih berusia 10 bulan tersebut menggunakan sepeda motor yamaha Mio dengan nomor polisi BE 3447 SQ.

“kami dari belanja kebutuhan rumah tangga di pasar kelurahan daya murni kecamatan Tumijajar. Saat itu, saya mengendarai motornya, anak saya digendong ibu diboncengan belakang,” kata dia.

Tepatnya di depan pertamini Pertashop Tiyuh Kartaraharja, lanjut dia, mobil Grand Max bermuatan kayu mendadak melaju menyeberang menutup jalan, seketika itu motor kami langsung berusaha menghindar muatan kayu yang menjulur keluar dari bak mobil. Tak ayal motor kami menabrak bak samping mobil tersebut kemudian kami terjatuh dan anak kami langsung pingsan tidak sadarkan diri.

“Setelah saya melihat anak saya tidak sadarkan diri, saya langsung menghubungi suami dan keluarga untuk memberi tahu bahwa kami mengalami musibah kecelakaan selanjutnya kami dibantu oleh warga sekitar diantar untuk berobat di puskesmas tiyuh kartaraharja,” jelasnya.

Setiba kami di puskesmas tim medis menyarankan harus dirujuk ke Rumah sakit Asy – Syifa medika Dayamurni karena kondisi anak kami sangat buruk. Setelah tiba di RS Asyifa langsung dilakukan tindakan medis Dan selang beberapa menit ada perubahan sedikit kesadaran anak kami namun tim medis juga menyarankan harus dirujuk ke rumah sakit di daerah bandar jaya atau metro.

“Setiba di rumah sakit yang dituju anak kami langsung di scanning, setelah itu pihak rumah sakit menyarankan anak kami harus segera dilakukan operasi, karena hasil dari scanning ada gumpalan darah dan keretakan tulang di bagian kepala Aldafi Anggara,” tuturnya.

Pasca di operasi selama tiga hari,
dalam proses pengobatan di ruang ICU ada perubahan mulai membaik namun tim medis tidak menjamin bahwa anak kami bisa normal seperti sedia kala.

“Tepatnya hari ketiga, Sabtu (30/10/2021) sekitar 16.34 WIB kondisi fisik anak kami mengalami perubahan buruk anak kami tingkat kesadarannya menghilang, nafas tersengal sengal. Hingga, Minggu (31/10/2021) pukul 21.15 WIB nafas pasien dan detak jantung sempat menghilang, sehingga dokter melakukan tindakan pemasangan selang ett untuk membantu pernafasan pasien,” pungkasnya.(Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *