DAERAHTUBABA

Akademi Lampung Bersama Dewan Kesenian Gelar Safari Budaya di Tubaba

TULANGBAWANG BARAT-Akademi Lampung bersama Dewan Kesenian menggelar safari budaya di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Kegiatan itu dilaksanakan di Sesat Agung, Komplek Islamic Center, Kabupaten Tubaba, Rabu (01/12/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tubaba, Fauzi Hasan, Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung, Satria Bangsawan, Ketua Akademi Lampung, Ansyori Djausal, Kepala Dinas Pendidikan Tubaba, Budiman Jaya dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwasata, Mansyur yusuf serta beberapa kepala OPD lainnya.

Wakil Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Fauzi Hasan mengatakan kegiatan safari budaya membangkitkan gairah para penggiat seni budaya dan menambah wawasan masyarakat.

Lanjutnya, pembangunan di Kabupaten Tubaba identik dengan seni dan budaya. Untuk itu, kaum milenial harus berpikir cerdas untuk manfaatkan momentum seperti saat ini.

Fauzi berharap, kedepan Dewan Kesenian Lampung dapat mensupport Kabupaten Tubaba dalam membimbing masyarakat untuk melestarikan budaya dan memanfaatkan seni dan budaya menjadi penunjang ekonomi. Demi kesejahteraaan masyarakat.

“Prinsip dasarnya, kan kawan-kawan sudah bergerak semua nih, selama ini hambatan kita hanya Covid-19. Alhamdulillah, sekarang Covid-19 sudah mereda. Saat ini ini kita harapkan kedepannya, kaum milenial bisa memanfaatkan pariwisata yang ada di Kabupaten Tubaba, seperti membuat cendramata untuk wisawatan yang berkunjung kesini. Seperti gantungan kunci, gelang atau aksesoris lainnya,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Lampung, Satria Bangsawan menyampaikan, Dewan Kesenian hanya menjalankan fungsi katalisator dan mediator. Yang berusaha untuk mengintegrasikan program kerja dengan seluruh pemkab yang ada di Lampung.

“Kesemuanya adalah, bagaimana kita menggerakkan potensi-potensi seni yang ada di Lampung. Sehingga pada akhirnya ketika ada kendala di daerah, maka kita yang melakukan menyampaikannya kepada Pemkab atau Pemkot,” kata dia

Dilanjutkannya, apabila seni tumbuh di suatu daerah, maka hal tersebut menjadi suatu income untuk kehidupan bermasyarakat.

“Seni dan Budaya adalah Art Enterpreuner. Yaitu aset. Hal ini berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya. (Jim)

Comment here